To Kill A Mockingbird

Blognya menganggur lama pisan euy...maafkeun saya... maklum sekarang lagi ga doyan masak nih...doakan moga cooking blue nya segera hilang...sebenernya dah kangen pengen pegang alat2 masak, pengen nguprek di dapur lagi, entah itu uma sekedar nyeplok telor, bikin nasgor, ato bikin cupcake lagi...huhuhu...how I miss my kitchen much Jadi, mumpung lum ada resep yang bisa ditulis, mending nulis review novel aja yah...

Di Pesta Buku Jakarta akhir Juni kemaren, aku n mas beli novel To Kill A Mockingbird, by Harper Lee. well, sebenernya dah lamaa banget liat nih novel di Gramed, dan si mas yang dari dulu pengen beli, tapi baru kesampean di PBJ, lumayan deh dapet diskon 20%. Kenapa mas pengen banget beli novel ini?soalnya dari rekomendasi novel ini bagus ceritanya, pemenang Pulitzer Award for Fiction, trus menjadi novel terlaris juga...tapi ternyata sampe sekarang justru si mas yg belum baca novelnya...keduluan sama aku hehe...niat emang ga cukup ya...perlu langkah pertama utk memulainya agar tak berakhir menjadi sekedar niat.

Novel ini menceritakan tentang keluarga kecil yang terdiri dari seorang ayah pengacara dan dua anak laki2nya, serta pengurus rumah tangga nya yang seorang berkulit hitam, di lingkungan kecil penduduk kulit putih. Kehidupan yang tenang ini berubah ketika sang ayah menjadi pengacara pembela seorang kulit hitam yang dianggap memperkosa gadis kulit putih. Dengan sudut penceritaan dari Jem Finch, si anak bungsu berumur sekitar delapan tahun, novel ini menceritakan mengenai diskriminasi yang diterima kaum kulit hitam di Amerika. Betapa kaum kulit hitam hanya menjadi minoritas dan tidak dianggap hak-haknya diantara kaum kulit putih. Dan betapa sang ayah sangat menginginkan persamaan hak dan keadilan bagi kaum kulit hitam ini.

Awal-awal membaca novel ini aku kurang antusias, sampe beberapa hari aku tinggalkan membacanya di bagian2 awal, tapi setelah menginjak ke bagian tengah dari novel, tepatnya ketika sang ayah mulai menghadapi dilema saat membela si kulit hitam, cerita mulai terasa menarik bagiku, dan lumayan cepat untuk menghabiskan separuh bagian novel yang lain. Yah karena novelnya yang bukan novel populer jadi buat aku yang ga gitu ngerti sastra harus mencerna isi ceritanya lebih dalam supaya dapet esensi dari novel ini...hihihi..jadi malu....yah mending dibaca sendiri deh biar bisa menyimpulkan ceritanya...

gambarnya pinjem dari pecintabuku
makasih yaa....

0 comments:

Blog Widget by LinkWithin